Kamis, 06 Mei 2010

Pemberdayaan Sarjana Peternakan

PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MAHASISWA PETERNAKAN GUNA MENGHADAPI PERSAINGAN DAN MERAIH PELUANG KERJA


Di Posting oleh Ir Dadam Abdul Syukur
Tanggal :2006-07-28 23:51:07 WIB





1. Pendahuluan

Paradigma baru pembangunan peternakan semakin nyata berorientasi pada manusia dimana pembangunan peternakan meletakkan peternak sebagai subyek, bukan semata-mata sebagai obyek dalam mencapai tujuan nasional. Berdasarkan paradigma tersebut maka visi pembangunan peternakan adalah terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif dan kreatif melalui pembangunan peternakan tangguh berbasis sumberdaya lokal dengan misi penyediaan pangan asal ternak (daging, telur, susu), pemberdayaan sumberdaya manusia peternak, penciptaan peluang ekonomi dan lapangan kerja serta pelestarian/pemanfaatan sumberdaya alam.



Kebijakan pembanguan peternakan Propinsi Lampung merupakan bagian integral dari kebijakan daerah secara makro sehingga visi pembangunan peternakan propinsi Lampung adalah terwujudnya Lampung sebagai Lumbung Ternak melalui peternakan yang tangguh, berdaya saing, berkelanjutan untuk kemakmuran dan ketahanan masyrakat Lampung melalui misi mewujudkan sumberdaya manusia peternak yang tangguh, mandiri dan profesional guna penyediaan pangan asal ternak yang cukup baik kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya dengan harga yang terjangkau, mengembangkan teknologi, menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memanfaatkan potensi sumberdaya alam lokal.



Peternak yang tangguh, mandiri dan profesional dicirikan peternak yang selalu mengikuti perkembangan iptek serta berpegang pada prinsip efisiensi dan mampu untuk tidak tergantung pada perlindungan/bantuan pemerintah tapi mampu berkompetisi secara sehat dan senantiasa siap menghadapi resiko usaha.



Untuk mewujudkan masyrakat peternak yang tangguh, mandiri dan profesional di Propinsi Lampung bukan merupakan hal yang mudah mengingat tingkat pendidikan formal peternak pada umumnya (± 80 %) adalah SD dan tidak lulus SD yang berakibat visi peternak terhadap usaha ternaknya hanya bersifat sambilan dan jiwa kewirausahaanya sangat lemah.



Sumberdaya manusia peternakan adalah seluruh sumberdaya manusia yang terkait dengan dunia peternakan baik secara langsung maupun tidak langsung seperti peternak, pengusaha yang bergerak dibidang peternakan (budidaya, obat-obatan, pakan dan sebagainya), peneliti serta mahasiswa bidang peternakan yang merupakan potensi besar untuk pengembangan peternakan di masa mendatang.



Peningkatan kualitas hasil-hasil pembangunan peternakan sangat tergantung kepada kualitas sumberdaya manusianya melalui pendidikan formal dan informal.



Kondisi saat ini menunjukkan bahwa seleksi pegawai baik di lingkungan pemerintah maupun swasta pada subsektor peternakan di Provinsi Lampung dari tahun ke tahun, secara umum menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Hal ini terjadi karena jumlah calon tenaga kerja yang melamar jauh lebih besar dibandingkan jumlah formasi yang tersedia, akibatnya sarjana bidang peternakan yang menganggur atau alih profesi terus meningkat. Sebagai gambaran pada tahun 1999 di Propinsi Lampung, lulusan sarjana muda atau setingkat dengan pencari kerja sebanyak 2.842 orang dan permintaan 160 orang atau 5,6 % dan lulusan sarjana sebanyak 16.295 orang pencari kerja dengan permintaan hanya sebanyak 495 orang atau 3,04 %.Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian semua pihak karena apabila tidak segera ditanggulangi secara komprehensip maka akan menjadi masalah sosial.



Salah satu upaya untuk memecahkan masalah tersebut di atas adalah melalui peningkatan kualitas SDM mahasiswa sebelum mereka lulus dan memasuki dunia kerja. Dalam hal ini perguruan tinggi hendaknya dapat menyajikan program kurikulum pendidikan bagi mahasiswa yang disertai dengan pembinaan pengembangan diri atau life skill serta kewirausahaan atau interprenership sehingga lembaga pendidikan tersebut dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai yang memiliki jiwa wirausaha, disamping mampu mencetak sumberdaya atau lulusan yang selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), memiliki iman dan taqwa (imtak), serta cinta tanah air dimanapun lulusan itu bekerja nanti. Sebagai seorang sarjana pandai saja tidak cukup, dia juga harus bermoral, memiliki integritas keilmuan baik sebagai birokrat maupun wirausahawan.



Dengan berbagai bekal yang telah dimilikinya maka seorang mahasiswa peternakan tidak perlu khawatir menghadapi tantangan kedepan yang semakin berat khususnya dengan adanya era globalisasi. Peluang usaha untuk wirausaha sangat besar dengan potensi peternakan yang ada di Propinsi Lampung.




2. Lapangan Kerja


Ruang lingkup bidang kerja yang bisa dimasuki oleh para lulusan Fakultas Peternakan antara lain :

1) Wirausaha



Sektor ini sebenarnya diharapkan bisa menampung tenaga kerja, dengan jumlah boleh dikatakan tidak terbatas. Untuk memasuki sektor ini kuncinya adalah para lulusan atau calon tenaga kerja harus mandiri, bukan mencari pekerjaan tetapi mampu menciptakan lapangan kerja mandiri. Oleh karena itu mahasiswa Fakultas Peternakan sebagai calon sarjana atau calon tenaga kerja, hendaknya mempergunakan kesempatan yang ada dari sekarang untuk melatih diri dan membekali diri dengan berbagai ketrampilan dan mengembangkan kewirausahaan mengingat prospek komoditas peternakan kedepan masih sangat cerah karena protein hewani sangat diperlukan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Seorang wirausahawan adalah pengusaha, punya anak buah, bisa mengatur orang dan bukan diatur orang, jumlah penghasilan tergantung bagaimana cara mengelolanya. Apabila kita perhatikan banyak orang berhasil secara ekonomis di bidang peternakan, sebagai contoh yang jualan di pasar-pasar misalnya, banyak diantara mereka yang bukan sarjana peternakan tetapi lebih mapan dibanding dengan seorang pegawai negeri sipil atau karyawan swasta.





2) Perusahaan Swasta


a) Di Lampung terdapat beberapa perusahaan yang bergerak dibidang peternakan yaitu perusahaan penggemukan sapi potong (feedlotter), perusahaan ayam ras (pedaging dan petelur), perusahaan pakan. Rekrutmen pegawai yang berlatar belakang sarjana peternakan, namun dalam jumlahnya sangat terbatas.



b) Technical Service



Berfungsi sebagai pemasar produk sekaligus konsultan bagi konsumen (peternak). Bidang ini meliputi perusahaan obat-obatan, pakan, alat mesin peternakan dan lain-lain.



3) Kesempatan Kerja Diluar Subsektor Peternakan



Lapangan kerja bagi sarjana peternakan disamping yang terdapat di subsektor peternakan itu sendiri juga tersedia di sektor-sektor lain seperti perbankan, koperasi industri dan perdagangan (koperindag), pendidikan dan lain-lain.



4) Pegawai Negeri Sipil



Penerimaan pegawai negeri sipil untuk Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Propinsi Lampung jumlahnya sangat terbatas.



Pengadaan PNS umumnya disebabkan 2 hal, yaitu :



- Adanya PNS yang berhenti



- Adanya perluasan organisasi



Selain pada Dinas Peternakan, PNS ada juga di Dikti (Dosen), peneliti, laboratorium dan lain-lain.


3. 1) Harapan Dunia Kerja



(1) Pengalaman



(2) Nilai akademis tinggi, jangan asal lulus



(3) Kerja keras



(4) Disiplin



(5) Inovatif



(6) Usia




2) Tantangan Masa Depan



Prioritas pembangunan nasional diletakkan pada bidang ekonomi seiring dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), terlebih dalam menghadapi era globalisasi, khususnya perdagangan bebas di kawasan ASEAN 2003 dan di kawasan Asia-Pasifik 2020, yang diwarnai dengan persaingan ketat dan menentukan jati diri suatu bangsa di antara bangsa-bangsa maju lainnya di dunia. Dalam mengisi otonomi, peningkatan kualitas SDM mutlak diperlukan. Oleh karena itu sekarang banyak dibuka program-program pendidikan lanjutan seperti pascasarjana (S2/S3) dalam berbagai bidang studi yang sebelumnya hanya berada di kota-kota besar.



Dalam masyarakat modern seperti sekarang ini, terlebih lagi dalam menuju era globalisasi kita dituntut agar mampu menghadapi persaingan yang makin kompetitif baik didalam maupun diluar negeri. Salah satu cara untuk mengantisipasi persaingan yang makin kompetitif tersebut adalah melalui peningkatan kualitas SDM yang komprehensif. Era globalisasi dan otonomi daerah sangat menuntut kita untuk lebih professional. Dalam era globalisasi atau disebut era perdagangan bebas, kalau kita tidak siap bisa diambil alih oleh orang lain di dunia ini karena tidak ada lagi batas-batas territorial. Perdagangan bebas tersebut meliputi perdagangan semua barang dan jasa (pendidikan). Apabila sudah diberlakukan perdagangan bebas, jangan heran kalau produk-produk pertanian termasuk didalamnya peternakan dikuasai produk-produk di luar, hal ini sangat mungkin terjadi kalau produk kita tidak bisa bersaing. Demikian juga tenaga kerja, karena bebas bersaing maka bisa saja tenaga dari luar/asing bekerja di daerah kita demikian juga sebaliknya.



Berkenaan dengan pelaksanaan otonomi daerah, dimana masing-masing propinsi sebagai bagian integral wilayah NKRI diberi kewenangan yang lebih luas untuk membangun dan mengembangkan daerahnya masing-masing sesuai potensi yang dimiliki. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita semua termasuk para lulusan dan perguruan tinggi, bagaimana caranya membangun Provinsi Lampung ini sehingga tidak tertinggal dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.





3) Bekal Sukses





(1) Pribadi Yang Unggul



- Memiliki visi yang kuat (visioner)



- Iman dan takwa



- Jujur



- Budi pekerti



- Tidak terlibat narkoba





(2) Profesional



- Teknis peternakan



- Bahasa Inggris



- Komputer





(3) Upaya Mewujudkan



- Sekarang, jangan menunda-nunda



- Kecil-kecilan, mulai dari yang kecil



- Terarah dan rasa progres






4. Kesimpulan Dan Saran

1) Dunia pendidikan harus mampu berperan aktif menyiapkan sumberdaya manusia terdidik yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan baik lokal, regional, nasional maupun internasional.



2) Dunia pendidikan perlu mengubah orientasi dengan lebih memperhatikan kebutuhan pasar kerja



3) Kegiatan pendidikan formal dan non formal perlu direncanakan secara terintegrasi sehingga mampu saling mendukung



4) Perguruan tinggi harus mampu memanfaatkan sumber daya yang ada guna kepentingan masyarakat, perguruan tinggi harus mampu memilih dan menawarkan riset apa saja yang bisa dijual kepada masyarakat.



5) Perguruan tinggi perlu menghimpun sumberdaya yang dimilikinya guna ditawarkan kepada msyarakat seperti berbagai jenis konsultasi, pelatihan dan sebagainya.



6) Era globalisasi dan otonomi daerah merupakan tantangan dan peluang bagi calon tenaga kerja.



7) Lapangan kerja masih terbatas, maka perlu upaya membekali SDM mahasiswa dengan berbagai ketrampilan dan mengembangkan jiwa wirausaha.



5. Penutup

Dengan peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia melalui pendidikan baik formal maupun informal diharapkan adanya perbaikan yang signifikan dalam berbagai bidang pembangunan termasuk penciptaan tenaga kerja dan produk yang dapat bersaing baik di pasar lokal, regional dan internasional atau global. Semoga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar